HIDROPONIK ASIK
APA ITU HIDROPONIK?
Hidroponik berasal dari kata "HIDRO" yang berarti "air" dan "PONOS" yang beraarti "kerja", dalam arti air disebut membawa nutrisi yang diperlukan oleh tanaman. Tapi seiring perkembanganya Hidroponik lebih dikenal dengan istilah bertanam tanpa menggunakan media tanah, adapun media penggantinya dapat menggunakan Rockwoll, sekam bakar, cocopeat, hidroton, perlite vermiculite, dll.
Sementara untuk teknik bercocok tanam tanpa menggunakan tanah dapat kita jumpai ragam caranya, mulai dari Wick System, Drip / Fertigasi, Rakit Apung, DFT ( Deep Flow Technique), NFT ( Nutrient Film Technique ).
MEDIA TANAM HIDROPONIK
Sekam Bakar
Rockwoll
Cocopeat
Hidroton
Perlite
Vermiculite
JENIS TANAMAN HIDROPONIK
SAYUR
Kangkung, Selada, Sawi, Caisim, Kailan, Seledri, Bayam, dll.
BUAH
Cabai, Tomat, Bawang Merah, Melon, Strawberry, dll.
BUNGA
Aster, Tulip, Morning Glory, Dahlia, dll
SISTEM TANAM HIDROPONIK
1. Wick System (Sistem Sumbu)
Wick System adalah sistem hidroponik paling sederhana. Pada prinsipnya, sistem sumbu ini hanya membutuhkan sumbu yang dapat menghubungkan antara larutan nutrisi pada bak penampung dengan media tanam. Sistem ini adalah sistem yang pasif yang berarti tidak ada bagian yang bergerak. Larutan nutrisi ditarik ke media tanam dari bak/tangki penampung melalui sumbu. Air dan nutrisi akan dapat mencapai akar tanaman dengan memanfaatkan daya kapilaritas pada sumbu.
Peralatan yang dibutuhkan:
– Media tanam
– Sumbu
– Wadah / bak air (bisa dengan toples
Kelebihan Wick System (Sistem Sumbu):
– Tanaman dapat mendapat suplai air dan nutrisi secara terus menerus
– Biaya pembuatan yang murah
– Mempermudah perawatan tanaman karena tidak perlu melakukan penyiraman
– Tidak tergantung listrik
Kekurangan Wick System (Sistem Sumbu):
– Air dan nutrisi yang diberikan tidak dapat kembali ke bak penampungan sehingga lebih boros
– Banyaknya jumlah air yang diberikan akan sedikit susah diatur.
2. DFT (Deep Flow Technique)
DFT (Deep Flow Technique) merupakan metode dalam sistem hidroponik yang menerapkan metode sirkular. Cara Kerja metode ini yaitu larutan nutrisi dipompakan melalui sistem akar tanaman. Kelebihan larutan akan dikumpulkan kembali, diisi ulang dan digunakan kembali. Sehingga sirkulasi nutrisi secara terus-menerus selama 24 jam bekerja untuk memberikan nutrisi kepada tanaman.
Ada 2 bentuk model sistem DFT yaitu bertingkat dan zigzag. Prinsipnya hampir sama dengan teknik NFT, hanya saja air yang dialirkan lebih banyak dibandingkan dengan NFT yang hanya 3 mm, sedangkan untuk DFT air menggenang kira-kira 2-4 cm dari talang. Nutrisi dari bak penampungan dialirkan dengan pompa 24 jam melalui talang air/ pipa PVC dibagian atas, lalu mengalir menuju ke bagian bawahnya. Aliran air pupuk diserap oleh akar tanaman. Lalu air pupuk menuju bak penampungan.
3.Nutrient film technique (NFT)
Nutrient film technique (NFT) merupakan salah satu tipe spesial dalam sistem hidroponik yang dikembangkan pertama kali oleh Dr. A.J Cooper di Glasshouse Crops Research Institute, Littlehampton, Inggris pada akhir tahun 1960-an dan berkembang pada awal 1970-an secara komersial. Konsep dasar NFT ini adalah suatu metode budidaya tanaman dengan akar tanaman tumbuh pada lapisan nutrisi yang dangkal dan tersirkulasi sehingga tanaman dapat memperoleh cukup air, nutrisi dan oksigen.
Tanaman tumbuh dalam lapisan polyethylene dengan akar tanaman terendam dalam air yang berisi larutan nutrisi yang disirkulasikan secara terus menerus dengan pompa. Daerah perakaran dalam larutan nutrisi dapat berkembang dan tumbuh dalam larutan nutrisi yang dangkal sehingga bagian atas akar tanaman berada di permukaan antara larutan nutrisi dan styrofoam, adanya bagian akar dalam udara ini memungkinkan oksigen masih bisa terpenuhi dan mencukupi untuk pertumbuhan secara normal.
Beberapa keuntungan pemakaian NFT antara lain :
dapat memudahkan pengendalian daerah perakaran tanaman, kebutuhan air dapat terpenuhi dengan baik dan mudah, keseragaman nutrisi dan tingkat konsentrasi larutan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman dapat disesuaikan dengan umur dan jenis tanaman, tanaman dapat diusahakan beberapa kali dengan periode tanam yang pendek, sangat baik untuk pelaksanaan penelitian dan eksperimen dengan variabel yang dapat terkontrol dan memungkinkan untuk meningkatkan produktivitas tanaman dengan high planting density. Namun NFT mempunyai beberapa kelemahan seperti investasi dan biaya perawatan yang mahal, sangat tergantung terhadap energi listrik dan penyakit yang menjangkiti tanaman akan dengan cepat menular ke tanaman lain.
Kekurangan System NFT:
1. Jika salah satu tanaman terserang penyakit maka satu talang tanaman akan terserang juga, bahkan bisa dalam 1 alat semua menjadi tertular.
2. Alat ini sangat bergantung pada listrik, jika tidak ada aliran listrik maka alat ini tidak bisa bekerja.
SYSTEM WICK BOX BUAH
Box Buah
Melubangi Box Buah menggunakan Kawat
Box buah dipasang plastik sebagai tempat nutrisi
ll.